Koneksi SSH
Tab Koneksi SSH mencantumkan host yang tersimpan. Setiap koneksi memiliki sekumpulan kolom termasuk yang opsional — pengelompokan, jump host, skrip awal, dan keep-alive. Daftar ini mendukung Cari dan Urutkan — termasuk seret untuk mengubah urutan saat pengurutan diatur ke Manual — dan setiap baris menawarkan aksi Duplikasi, sehingga armada yang besar tetap mudah dikelola.
Grup
Grup memungkinkan Anda mengatur armada (mis. Produksi, Staging, Pelanggan). Formulir edit menyediakan menu tarik-turun untuk memilih grup yang ada; grup baru dibuat dengan tombol Tambah grup di daftar koneksi. Koneksi yang dikelompokkan juga muncul di bilah menu native (macOS) dan, di Desktop, di menu + (tab baru) pada bilah tab — setiap grup sebagai submenu tersendiri.
Jump host (ProxyJump)
Saat target hanya dapat dijangkau melalui bastion, tandai bastion dengan Jump Host dan arahkan kolom Jump milik target ke sana. Rantainya bisa sedalam yang Anda perlukan — sebuah jump dapat memiliki jump-nya sendiri.
Di balik layar kami menggunakan kanal SSH direct-tcpip: sebuah terowongan dibuka melalui bastion, lalu sesi sebenarnya berjalan melaluinya. Semuanya dalam proses yang sama — tidak ada sesi bastion terpisah yang perlu dikelola.
Dari CLI: dr-terminal connect prod1 -j bastion1,bastion2 (lihat CLI Desktop).
Skrip awal
Kolom Skrip awal berisi potongan shell yang dikirim secara otomatis setelah login berhasil. Contoh:
cd /srv/app && tail -F server.log
tmux attach -t main || tmux new -s main
Skrip disuntikkan sebagai input biasa — shell memperlakukannya persis seperti ketikan keyboard. Setelah itu sesi tetap interaktif.
Keep-alive
Jika server atau firewall Anda memutus sesi yang menganggur, aktifkan Keep-alive. DR-Terminal kemudian mengirim paket heartbeat pada interval yang dipilih.
- Default — mengikuti pengaturan global.
- Aktif / Nonaktif — penggantian per host atas bawaan global.
- Interval — 10–300 detik, bawaan 30.
Sesi juga tetap berjalan di latar belakang (layanan latar depan di Android) sehingga berpindah aplikasi tidak memutus shell Anda.
Temukan host lokal (Bonjour)
Tombol radar di layar Koneksi SSH menjelajahi jaringan lokal dengan Bonjour/mDNS dan mencantumkan mesin yang mengiklankan SSH — praktis untuk menemukan Raspberry Pi atau NAS tanpa mengetahui IP-nya. Fitur ini bekerja di setiap platform; pilih sebuah host dan host/port akan terisi otomatis.
Di Android, sistem mungkin terlebih dahulu meminta izin Jaringan lokal — penemuan (dan koneksi ke host LAN) memerlukannya.
Kolom lainnya
- Sistem — tag OS host (Otomatis mendeteksinya setelah login). Tag ini memberi label pada host dan menentukan snippet bertag sistem mana yang terlihat olehnya.
- Pemeriksaan sistem saat login — seberapa sering pemeriksaan sistem/perangkat keras pasca-login dijalankan: setiap koneksi, sekali sehari, sekali seminggu, atau dinonaktifkan.
- Pemantauan sumber daya (CPU/RAM/disk) — interval penyegaran vital langsung untuk host ini; Default mengikuti pengaturan global, Dinonaktifkan mematikannya.
- Direktori SFTP bawaan — tempat SFTP dibuka setelah terhubung.
- Simpan riwayat perintah — mengingat perintah untuk pelengkapan otomatis.
- Tampilkan tombol Enter di bilah alat — berguna di perangkat seluler saat Anda menginginkan tombol Enter yang besar.
- Gunakan nama koneksi sebagai judul tab — menampilkan alias pada tab sesi alih-alih
user@host. - Tampilan — ukuran font terminal dan tema warna per koneksi. Nilai yang tidak diubah mengikuti Pengaturan global; Atur ulang mengembalikannya.
- Algoritma SSH — Default mengikuti Pengaturan → Keamanan → Algoritma SSH; Kustom membuka editor yang sama hanya untuk host ini (urutan algoritma dan aktif/nonaktif per kategori, kompresi ya/tidak). Mengonfirmasi editor hanya memperbarui formulir — Simpan koneksi untuk mempertahankannya. Lihat Keamanan & data untuk arti dari pilihan-pilihan tersebut.